Tampilkan postingan dengan label pandidikan/ skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pandidikan/ skripsi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juni 2012

Soal Matematika SMP kelas 3 materi Kesebangunan


Dulu waktu saya kecil, sering melihat, kenapa koq setiap orang membangun rumah itu bentuknya mirip/sama. Setelah saya tanya pada ibu, ibu menjawab, “ ya le,le, tanya pada yang punya rumah ae”. Toh, itu menjadi permasalahan bagi saya, truz di kelas 3 SMP baru di bahas mengenai rumah yang sama oleh pak guru. Lha, kemudian saya tanya,” pak kenapa bentuk rumah itu koq selalu sama”. Pak guru menjawab,” lha karena mereka ingin membangun rumah yang sebangun”. Barulah pak guru jelasin tentang kesebangunan, bisa j ya pembelajaran dengan mengandalkan pengalaman siswa.hehehe…balik ke soal Matematika
Soal matematika yang akan saya Update kali ini yakni Soal Matematika SMP kelas 3 : Kesebangunan. Barangkali sebagian orang sudah tahu kan arti dari sebangun, ya sebangun dari kata “bangun ” dan imbuhan “se” yang artinya mirip. Jadi sebangun artinya mirip bangun apa gitu?hehehe….
Nah, sudah sedikit mengerti bukan. Masuk ke matematikanya saja. Di dalam matematika kesebangun yang akan dibahas adalah Bangun Datar yang sebangun dan kongruen dan sifat dua segitiga yang sebangun dan kongruen. Rangkuman materinya sebagai berikut :
  1. Dua bangun datar dikatakan sebangun jika sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi-sisi yang bersesuaian sebanding.
  2. Dua segitiga dikatakan sebangun, jika sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
  3. Dua segitiga dikatakan sebangun, jika perbandingan sisisisi segitiga yang bersesuaian sama.
  4.  Jika dalam suatu segitiga terdapat garis yang sejajar dengan salah satu sisi segitiga tersebut, maka garis sejajar tersebut membagi kedua sisi lainnya pada segitiga itu atas dua ruas garis dengan perbandingan yang sama.
  5. Dua bangun datar dikatakan kongruen, jika memiliki ukuran dan bentuk yang tepat sama.
  6. Dua segitiga yang kongruen mempunyai sifat, yaitu sisisisi yang seletak sama panjang.
  7.  Dua segitiga yang kongruen mempunyai sifat, yaitu sudut-sudut yang seletak sama besar.
  8. Dua segitiga akan kongruen jika:
a.  Ketiga sisi pada segitiga pertama sama panjang dengan ketiga sisi yang bersesuaian pada segitiga yang kedua(s, s, s).
b.  Dua sisi pada segitiga pertama sama panjang dengan dua sisi yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan kedua sudut apitnya sama besar (s, sd, s).
c.  Dua sudut pada segitiga pertama sama besar dengan dua sudut yang bersesuaian pada segitiga kedua, dan sisi yang merupakan kaki persekutuan kedua sudut sama panjang (sd, s, sd).
Demikianlah Bank Soal Matematika tentang Soal Matematika SMP kelas 3 : Kesebangunan. Semoga belajar online matematika kali ini bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi kita untuk membudayakan sesuatu yang sama, melihat orang-orang baik jadi ikut sama-sama baik. Itu yang diharapkan. Terima kasih telah berkunjung di Belajar Matematika Online…salam matematika.
Download : Soal matematika SMP kelas 3 : kesebangunan

Copirigrt : Bank Soal Matematika


Download Soal Matematika lainnya---> Disini!

Incoming search terms:

  • soal matematika sudut pada jam
  • soal kls 3 mengenai sudut
  • materi kesebangunan
  • materi bangun datar smp
  • soal dan jawaban smp kelas 3 matematika tentang bangun datar
sumber

Selasa, 05 Juni 2012

RPP Silabus Berkarakter SD Kelas 6 Semester 1 & 2

RPP Silabus Berkarakter SD Kelas 6 Semester 1 & 2. Mengakhiri pembahasan tentang RPP Silabus Berkarakter terbaru untuk SD, kali ini saya akan membuat artikel pamungkas dengan memberikan link download RPP Silabus SD Kelas 6.
Sebelumnya, kita telah sama-sama membaca tentang RPP Silabus SD Kelas 1 hingga kelas 5, yang dapat bapak ibu guru download dengan sangat mudah. Sebenarnya jika bapak ibu guru jeli, di blog tempat saya menyimpan RPP silabus tersebut tersimpan *jiahhh … ratusan hingga ribuan file pembelajaran yang dapat didownload dengan mudahnya. Salah satu yang paling menarik adalah adanya koleksi Bank Soal SD yang tentunya akan sangat membantu siswa dalam memudahkan menjawab berbagai soal jawab tentang pembelajaran di kelas.

RPP Silabus Berkarakter SD Kelas 6

RPP Silabus Berkarakter SD Kelas 6 ini saya bagi dalam beberapa file kecil untuk memudahkan proses download. Sebenarnya saya bisa saja menyatukannya dalam sebuah file besar, namun sangat mengkhawatirkan bagi para bapak ibu guru yang memiliki akses internet terbatas. Bisa saja proses download gagal. Kan lebih ribet lagi. Ya toh?!
RPP Silabus Kelas 6 ini nantinya akan terdiri atas file berikut : RPP dan Silabus Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Matematika, Pendidikan Agama Islam (PAI), Penjaskes, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Seni Budaya dan Kesenian (SBK) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ditambah lagi dengan Kriteria Ketuntatasan Minimal (KKM), dan Program Semester untuk beberapa mata pelajaran.
Nah, untuk mendownloadnya, silakan langsung saja menuju TKP berikut ini :
Semoga bermanfaat. Saya hanya dapat mendoakan posting-posting sederhana saya tentang RPP dan silabus berkarakter untuk tingkat SD ini dapat membantu para pendidik yang sedang berusaha untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas. Saya yakin dengan sebenarnya bahwa motivasi belajar akan dimulai sejak dini. Siswa yang memiliki semangat belajar baik di tingkat dasar, biasanya juga akan merasakan semangat itu hingga tingkat sekolah menengah dan perguruan tinggi. Semoga ini dapat membantu menjadi setitik asa dalam terpuruknya kualitas pendidikan di Indonesia. Maju terus guru sekolah dasar! RPP Silabus Berkarakter SD Kelas 6 Semester 1 & 2.

Rumus Cepat Matematika Kini Dapat Di-Download Lagi.

Rumus Cepat Matematika Kini Dapat Di-Download Lagi. Beberapa pekan kemarin, halaman Matematika, dengan url http://www.masbied.com/matematika,  salah satu halaman paling sering diakses oleh pengunjung sengaja saya hapus untuk menghindari beban berat server. File yang saya letakkan di dalamnya didownload berkali-kali dalam sehari, mengakibatkan blog sering tak dapat diakses karena high load server. Hal itu terjadi karena Data Center pada server secara otomatis mengubah File Permission pada index.php blog ini menjadi 000, sehingga yang terlihat pada screen adalah 403 forbidden.
Sejak saat itu saya berinisiatif untuk membuat blog gratisan sebagai tempat menyimpan file-file tersebut. Saya sebenarnya juga telah menyimpannya di 4shared atau ziddu, sayangnya mendownload dari dua tempat itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. 4shared sering mengharuskan pengunjung menunggu minimal 20 detik, sedangkan Ziddu … Ampun. Mau download saja harus setengah mati memandangi iklan yang tak hanya sekali muncul.
Akhirnya saya memutuskan untuk menyimpang file tersebut dalam blog WordPress gratisan saya. Itung-itung memudahkan pengunjung mendownload hanya dengan sekali klik.
Untuk dapat mendownload Rumus Cepat Matematika, silakan kunjungi blog saya : Rumus Cepat Matematika.
Semoga bermanfaat ..
Saya, Abied, dari sebuah tempat paling indah di dunia. :mrgreen:
Salam …

Materi Matematika SMA Kelas X Semester 1 & 2

Materi Matematika SMA Kelas X Semester 1 & 2. Setelah kemarin kita mempersiapkan perencanaan pembelajaran dengan membuat Silabus RPP Matematika SMA Kelas X, sekarang saatnya untuk mempersiapkan modul pembelajaran. Materi matematika SMA Kelas X Semester 1 dan 2 ini merupakan modul matematika yang telahdikembangkan oleh beberapa guru pengajar. Saya dulu menggunakan modul matematika SMA Kelas X ini untuk dijadikan sebagai bahan ajar di kelas yang saya ampuh.
Materi matematika SMA Kelas X ini awalnya berupa file Ms. Word, tapi kemudian beberapa diantaranya saya konversi menjadi file PDF. Kenapa? Untuk menghindari karya diedit orang lain. Haha .. Pelit amat ya!
Modul matematika SMA Kelas X ini saya bagi berdasarkan bab yang dibahas. Berarti ada 6 modul.

Modul Matematika SMA Kelas X Semester 1

Pada modul materi matematika SMA Kelas X Semester 1 saya bagi menjadi 3, yaitu : Bab Bentuk Pangkat, Akar dan Logaritma, Bab Persamaan dan Fungsi Kuadrat serta Bab Sistem Persamaan Linear.

Modul Matematika SMA Kelas X Semester 2

Sementara Modul materi matematika SMA Kelas X semester 2 juga menjadi 3 bab, yaitu : Bab Logika Matematika, Bab Trigonometri dan Bab Dimensi Tiga.
Tiap bab disertai dengan pembahasan materi secara gamblang, contoh soal matematika pada bab yang bersangkutan, serta latihan yang diberikan untuk siswa dalam rangka menguji kemampuannya dalam menyelesaikan soal untuk materi terdahulu.
Semoga keberadaan materi matematika di dunia maya ini bisa menjadi penambah khasanah pengetahuan matematika guru di sekolah pada umumnya, dan siswa pada khususnya.
Nah, untuk melihat dan membaca tentang materi matematika SMA Kelas X Semester 1 & 2, silakan klik di sini.
Apakah sahabat punya referensi untuk materi matematika SMA Kelas X semester 1 & 2 lainnya? Mari berbagi.

Jumat, 01 Juni 2012

Skala Konsep Diri


Topik               : Skala Konsep Diri
Tujuan             : Untuk Mengetahui dan memahami tingkah laku mahasiswa FKIP-BK 2008
Sasaran            : Mahasiswa FKIP-BK 2008
Teori                :                                  
William H. Fitts (1971, dalam Agustiani, 2006, hlm 138) mengemukakan bahwa konsep diri merupakan aspek penting dalam diri seseorang, karena konsep diri seseorang merupakan kerangka acuan dalam berinteraksi dengan lingkungan. Fitts mengatakan bahwa konsep diri berpengaruh kuat terhadap tingkah laku seseorang. Dengan mengetahui konsep diri seseorang, kita akan lebih mudah meramalkan dan memahami tingkah laku orang tersebut. Pada umumnya tingkah laku individu berkaitan dengan gagasan-gagasan tentang dirinya sendiri.
Fitts (dalam Robinson & Shaver, 1975) membagi aspek-aspek konsep diri individu menjadi dua dimensi besar, yaitu:
Dimensi Internal, terdiri atas tiga bagian:
1.      Diri identitas, yaitu label ataupun simbol yang dikenakan oleh seseorang untuk menjelaskan dirinya dan membentuk identitasnya. Label- label ini akan terus bertambah seiring dengan bertumbuh dan meluasnya kemampuan seseorang dalam segala bidang.
2.      Diri pelaku, yaitu adanya keinginan pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan dorongan rangsang internal maupun  eksternal. Konsekuensi perilaku tersebut akan berdampak pada lanjut tidaknya perilaku tersebut, sekaligus akan menentukan apakah suatu perilaku akan diabstraksikan, disimbolisasikan, dan digabungkan dalam diri identitas.
3.      Diri penilai, yang lebih berfungsi sebagai pengamat, penentu standar, penghayal, pembanding, dan terutama sebagai penilai. Di samping fungsinya sebagai jembatan yang menghubungkan kedua diri sebelumnya.




Dimensi Eksternal (terkait dengan konsep diri positif dan negatif), terdiri dari enam bagian:
1.      Konsep diri fisik, yaitu cara seseorang dalam memandang dirinya dari sudut pandang fisik, kesehatan, penampilan keluar, dan gerak motoriknya. Konsep diri seseorang dianggap positif apabila ia memiliki pandangan yang positif terhadap kondisi fisiknya, penampilannya, kondisi kesehatannya, kulitnya, tampan atau cantiknya, serta ukuran tubuh yang ideal. Dianggap sebagai konsep diri yang negatifapabila ia memandang rendah atau memandang sebelah mata kondisi yang melekat pada fisiknya, penampilannya, kondisi kesehatannya, kulitnya, tampan atau cantiknya, serta ukuran tubuh yang ideal. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Moreno & Cervelló (2005) membuktikan bahwa terdapat relevansi yang signifikan antara intensitas melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat fisik dengan tinggi rendahnya konsep diri fisik individu. Semakin sering individu melakukan kegiatan-kegiatan fisik—seperti olah raga, bekerja—maka akan semakin tinggi pula konsep diri fisiknya, demikian pula sebaliknya.
2.      Konsep diri pribadi, yaitu cara seseorang dalam menilai kemampuan yang ada pada dirinya dan menggambarkan identitas dirinya. Konsep diri seseorang dapat dianggap positif apabila ia memandang dirinya sebagai pribadi yang penuh kebahagiaan, memiliki optimisme dalam menjalani hidup, mampu mengontrol diri sendiri, dan sarat akan potensi. Dapat dianggap sebagai konsep diri yang negatif apabila ia memandang dirinya sebagai individu yang tidak pernah (jarang) merasakan kebahagiaan, pesimis dalam menjalani kehidupan, kurang memiliki kontrol terhadap dirinya sendiri, dan potensi diri yang tidak ditumbuhkembangkan secara optimal.
3.      Konsep diri sosial, yaitu persepsi, pikiran, perasaan, dan evaluasi seseorang terhadap kecenderungan sosial yang ada pada dirinya sendiri, berkaitan dengan kapasitasnya dalam berhubungan dengan dunia di luar dirinya, perasaan mampu dan berharga dalam lingkup interaksi sosialnya. Konsep diri dapat dianggap positif apabila ia merasa sebagai pribadi yang hangat, penuh keramahan, memiliki minat terhadap orang lain, memiliki sikap empati, supel, merasa diperhatikan, memiliki sikap tenggang rasa, peduli akan nasib orang lain, dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungannya. Dapat dianggap sebagai konsep diri yang negatif apabila ia merasa tidak berminat dengan keberadaan orang lain, acuh tak acuh, tidak memiliki empati pada orang lain, tidak (kurang) ramah, kurang peduli terhadap perasaan dan nasib orang lain, dan jarang atau bahkan tidak pernah melibatkan diri dalam aktivitas-aktivitas sosial.
4.      Konsep diri moral etik, berkaitan dengan persepsi, pikiran, perasaan, serta penilaian seseorang terhadap moralitas dirinya terkait dengan relasi personalnya dengan Tuhan, dan segala hal yang bersifat normatif, baik nilai maupun prinsip yang memberi arti dan arah bagi kehidupan seseorang. Konsep diri seseorang dapat dianggap positif apabila ia mampu memandang untuk kemudian mengarahkan dirinya untuk menjadi pribadi yang percaya dan berpegang teguh pada nilai-nilai moral etik, baik yang dikandung oleh agama yang dianutnya, maupun oleh tatanan atau norma sosial tempat di mana dia tinggal. Sebaliknya, konsep diri individu dapat dikategorikan sebagai konsep diri yang negatifbila ia menyimpang dan tidak mengindahkan nilai-nilai moral etika yang berlaku—baik nilai-nilai agama maupun tatanan sosial—yang seharusnya dia patuhi.
5.      Konsep diri keluarga, berkaitan dengan perspesi, perasaan, pikiran, dan penilaian seseorang terhadap keluarganya sendiri, dan keberadaan dirinya sendiri sebagai bagian integral dari sebuah keluarga. Seseorang dianggap memiliki konsep diri yang positif apabila ia mencintai sekaligus dicintai oleh keluarganya, merasa bahagia berada di tengah-tengah keluarganya, merasa bangga dengan keluarga yang dimilikinya, dan mendapat banyak bantuan serta dukungan dari keluarganya. Dianggap negatifapabila ia merasa tidak mencintai sekaligus tidak dicintai oleh keluarganya, tidak merasa bahagia berada di tengah-tengah keluarganya, tidak memiliki kebanggaan pada keluarganya, serta tidak banyak memperoleh bantuan dari keluarganya.
6.      Konsep diri akademik, berkaitan dengan persepsi, pikiran, perasaan, dan penilaian seseorang terhadap kemampuan akademiknya. Konsep diri positif apabila ia menganggap bahwa dirinya mampu berprestasi secara akademik, dihargai oleh teman-temannya, merasa nyaman berada di lingkungan tempat belajarnya, menghargai orang yang memberi ilmu kepadanya, tekun dalam mempelajari segala hal, dan bangga akan prestasi yang diraihnya. Dapat dianggap sebagai konsep diri akademik yangnegatif apabila ia memandang dirinya tidak cukup mampu berprestasi, merasa tidak disukai oleh teman-teman di lingkungan tempatnya belajar, tidak menghargai orang yang memberi ilmu kepadanya, serta tidak merasa bangga dengan prestasi yang diraihnya (dalam Nashori, 2000).

Kisi – kisi        :
Angket ini menggunakan skala Tennessee Self Concept Scale oleh William H. Fitts (1971) yang dimodifikasi oleh Julia Raymod Lorenz (2002) dengan jumlah 70 pertanyaan.
Item favorabel berjumlah 40 item yang terdiri dari item 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 15, 16, 17, 20, 22, 27, 35, 37, 40, 41, 42, 44, 45, 47, 48, 49, 51, 52, 53, 54, 55, 56, 57, 60, 62, 64, 66, 69, 70.
Skoring : Sangat Setuju  = 4, Setuju = 3, Kurang Setuju = 2, Tidak Setuju = 1
Item unfavorable berjumlah 30 item yang terdiri dari 11, 13, 14, 18, 19, 21, 23, 24, 25, 26, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 36, 38, 39, 43, 46, 50, 58, 59, 61, 63, 65, 67, 68.
Skoring : Sangat Setuju = 1, Setuju = 2, Kurang Setuju = 3, Tidak Setuju = 4

Kisi-Kisi Konsep Diri
No.
Aspek
Nomor Item
Jumlah
1.
Identity Self (diri identitas)
11, 21, 57, 63
4
2.
Behavioral Self (diri pelaku)
2, 8, 19, 23, 24, 28, 36, 46, 52, 53, 59, 68, 69
13
3.
Judging Self ( diri penerimaan atau penilaian)
7, 9, 13, 18, 27, 35, 51, 55, 58, 62, 66
10
4.
Physical Self (diri fisik)
1, 17, 25, 40, 47, 48
7
5.
Moral-Ethical Self ( diri etik-moral)
6, 26, 33, 38, 39, 41, 49, 60, 64
10
6.
Personal Self (diri pribadi)
4, 14, 15, 20, 29, 32, 45, 50, 56, 67, 70
10
7.
Family Self (diri keluarga)
3, 10, 12, 22, 30, 31, 42, 43, 44, 54, 65
11
8.
Social Self (diri sosial)
5, 16, 34, 37, 61
5








Instrumen :

Skala konsep diri

Identitas Diri
Nama               :
Jenis Kelamin  :
Kelas               :
Usia                 :
Petunjuk Pengisian
Bacalah tiap pernyataan dengan teliti kemudian berikan jawaban saudara pada lembar atau kolom yang telah disediakan. Isilah dengan tanda centang (√) pada setiap pernyataan. Bacalah tiap pernyataan dengan hati-hati.
SS, apabila pernyataan tersebut Sangat Sesuai dengan keadaan yang saudara rasakan sekarang.
S, apabila pernyataan tersebut Sesuai dengan keadaan yang saudara rasakan sekarang.
KS, apabila pernyataan tersebut Kurang Sesuai dengan keadaan yang saudara rasakan sekarang.
TS, apabila pernyataan tersebut Tidak Sesuai dengan keadaan yang saudara rasakan sekarang.
No.
Daftar Pernyataan
SS
S
KS
TS
1
Saya adalah orang yang menarik




2
Saya adalah orang yang jujur




3
Saya bagian dari keluarga yang bahagia




4
Saya berharap lebih terpercaya




5
Saya adalah orang yang bersahabat




6
Saya memiliki tingkah laku yang dapat dipertanggungjawab-kan secara moral




7
Saya termasuk orang yang memiliki bakat tertentu




8
Saya berusaha sebaik yang saya bisa




9
Sangat mudah bagi saya untuk mempelajari hal-hal baru




10
Saya nyaman berhubungan dengan keluarga saya




11
Saya bukanlah orang yang apa adanya




12
Saya mengerti baik tetang keluarga saya




13
Saya meremehkan diri saya sediri




14
Saya tidak merasakan apa yang seharusnya saya rasakan




15
Saya nyaman dengan apa adanya saya




16
Saya berhubungan baik dengan orang lain




17
Saya memiliki tubuh yang sehat




18
Saya rupanya anak yang tidak rapi




19
Saya berusaha menjauh dari permasalahan saya




20
Saya adalah orang yang gembira




21
Saya bukan siapa-siapa




22
Keluarga saya selalu membantu saya ketika saya menghadapi masalah




23
Kadang-kadang saya marah




24
Saya penuh dengan kesakithatian




25
Saya orang yang sering sakit




26
Saya adalah orang yang lemah moralnya




27
Saya adalah orang yang percaya diri




28
Saya termasuk orang yang pembenci




29
Terkadang saya kehilangan akal saya




30
Saya tidak dicintai oleh keluarga saya




31
Saya merasa bahwa keluarga saya tidak mempercayai saya




32
Apa yang saya lakukan dalam bekerja hasilnya tidak baik




33
Terkadang saya suka melakukan hal-hal yang tidak baik




34
Saya sulit berteman




35
Saya adalah orang yang selalu berpikir positif




36
Saya tidak pernah menjadi pandai seperti orang lain




37
Saya termasuk orang yang bersosialisasi




38
Saya mempunyai masalah ketika ingin melakukan hal baik




39
Terkadang saya mengeluarkan bahan lelucon yang jorok




40
Saya memiliki daya tarik untuk menarik lawan jenis saya




41
Saya tidak suka berbohong




42
Saya memperlakukan orang tua saya sebaik yang saya bisa




43
Saya terlalu sensitif tetang hal-hal yang dikatakan oleh anggota keluarga saya




44
Saya seharusnya mencintai keluarga saya lebih




45
Saya cukup yakin dengan cara saya memperlakukan orang lain




46
Saya ska bergosip




47
Saya menjaga baik keadaan fisik saya




48
Saya menjaga betul penampilan saya




49
Apa yang saya lakukan sehari-harinya sesuai dengan keyakinan yang saya anut




50
Saya kurang memahami diri saya sendiri




51
Saya dapat menjaga diri saya sendiri pada berbagai situasi




52
Saya berusaha sebaik mungkin pada setiap pekerjaan yang saya lakukan




53
Saya merasa enjoy setiap saat




54
Saya sangat menyayangi keluarga saya




55
Saya lebih baik menang dalam permainan daripada kalah




56
Saya berusaha untuk mengerti pandangan orang lain yang berbeda dengan saya




57
Saya keliahatan baik jika menjadi diri saya sendiri




58
Saya tidak bisa bekerja dengan baik




59
Saya mempunyai masalah dalam hal tidur




60
Saya sering melakukan hal-hal baik




61
Saya tidak bisa bersosialisasi




62
Saya menyelesaikan masalah saya dengan mudah




63
Saya adalah orang yang tidak baik




64
Hubungan saya dengan Tuhan baik




65
Saya bertengkar dengan keluarga saya




66
Saya melihat sesuatu yang baru ketika saya bertemu dengan orang lain




67
Sangat susah bagi saya untuk berbicara dengan orang yang belum saya kenali




68
Terkadang saya menunda pekerjaan saya hari ini




69
Mudah bagi saya untuk mengerti apa yang saya baca




70
Saya mempunyai kotrol diri yang baik